Saat ini,
legging masih menjadi pilihan dalam berbusana, karena busana ini mudah dipadukan dengan pakaian apa saja. Bahkan di perusahaan-perusahaan di bidang kreatif, karyawannya diperbolehkan memakai
legging. Bila dengan memakai
legging bisa membuat Anda mengekspresikan diri, mengapa tidak? Yang menjadi masalah adalah bagaimana sih cara memilih
legging yang paling sesuai dengan bentuk tubuh kita? Perlu diingat juga bahwa legging bukanlah celana panjang. Jadi, sebaiknya tidak memadukan
legging dengan atasan yang tidak menutupi bokong Anda.
Bila Anda baru berniat membeli
legging,
legging warna hitam akan selalu menjadi pilihan klasik yang bisa dipakai siapa saja. Ada beberapa faktor lain yang bisa dipertimbangkan dalam memilih
celana legging, antara lain :
1. Warna
Warna-warna gelap seperti warna hitam keunguan, coklat, dan warna tembaga, bisa melangsingkan tubuh, sekaligus berkesan klasik seperti hitam. Warna-warna ini juga lebih fun dan tidak terduga, demikian menurut Sharon Haver dari FocusOnStyle.com.
Legging dengan warna-warna selain hitam juga cukup mudah ditemukan.
Ketika Anda memadukan
legging dengan atasan, pastikan warnanya saling mendukung. Warna-warna yang menjadi satu akan memberi kesan tubuh lebih jangkung.
2. Tekstur.
Legging yang memperlihatkan tekstur, entah itu berpola, rajutan, atau aksen robek-robek, akan menambahkan "berat" ke kaki Anda.
Legging denim, meskipun sedang ngetren, tidak bisa dikenakan oleh semua orang.
3. Panjang.
Kebanyakan
legging memiliki panjang setengah betis, sepanjang celana 7/8 (celana Capri), atau sedikit di atas pergelangan kaki. Jika Anda memilih yang sepanjang Capri, pastikan
legging tidak jatuh pada bagian terbesar pada betis Anda. Sebaliknya, panjang
legging yang baik adalah yang jatuh pas di bagian kaki yang menyempit. Namun, untuk Anda yang memiliki pergelangan kaki besar, coba kenakan
legging yang panjangnya di bawah lutut untuk mengalihkan perhatian dari pergelangan kaki.
Sumber: http://female.kompas.com

Saat ini,
legging masih menjadi pilihan dalam berbusana, karena busana ini mudah dipadukan dengan pakaian apa saja. Bahkan di perusahaan-perusahaan di bidang kreatif, karyawannya diperbolehkan memakai
legging. Bila dengan memakai
legging bisa membuat Anda mengekspresikan diri, mengapa tidak? Yang menjadi masalah adalah bagaimana sih cara memilih
legging yang paling sesuai dengan bentuk tubuh kita? Perlu diingat juga bahwa legging bukanlah celana panjang. Jadi, sebaiknya tidak memadukan
legging dengan atasan yang tidak menutupi bokong Anda.
Bila Anda baru berniat membeli
legging,
legging warna hitam akan selalu menjadi pilihan klasik yang bisa dipakai siapa saja. Ada beberapa faktor lain yang bisa dipertimbangkan dalam memilih
celana legging, antara lain :
1. Warna
Warna-warna gelap seperti warna hitam keunguan, coklat, dan warna tembaga, bisa melangsingkan tubuh, sekaligus berkesan klasik seperti hitam. Warna-warna ini juga lebih fun dan tidak terduga, demikian menurut Sharon Haver dari FocusOnStyle.com.
Legging dengan warna-warna selain hitam juga cukup mudah ditemukan.
Ketika Anda memadukan
legging dengan atasan, pastikan warnanya saling mendukung. Warna-warna yang menjadi satu akan memberi kesan tubuh lebih jangkung.
2. Tekstur.
Legging yang memperlihatkan tekstur, entah itu berpola, rajutan, atau aksen robek-robek, akan menambahkan "berat" ke kaki Anda.
Legging denim, meskipun sedang ngetren, tidak bisa dikenakan oleh semua orang.
3. Panjang.
Kebanyakan
legging memiliki panjang setengah betis, sepanjang celana 7/8 (celana Capri), atau sedikit di atas pergelangan kaki. Jika Anda memilih yang sepanjang Capri, pastikan
legging tidak jatuh pada bagian terbesar pada betis Anda. Sebaliknya, panjang
legging yang baik adalah yang jatuh pas di bagian kaki yang menyempit. Namun, untuk Anda yang memiliki pergelangan kaki besar, coba kenakan
legging yang panjangnya di bawah lutut untuk mengalihkan perhatian dari pergelangan kaki.
Sumber: http://female.kompas.com